my




LAPORAN FISWAN ANALISIS KUALITAS AIR PARAMETER KIMIA 1

LAPORAN FISWAN ANALISIS KUALITAS AIR PARAMETER KIMIA 1


ANALISIS KUALITAS AIR PARAMETER
KIMIA 1



OLEH


 

ZAINUDIN
0804113884
MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN




LABORATORIUM LIMNOLOGI
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2009





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul “Analisis Kualitas Air Parameter Kimia 1” tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para asisten dosen Limnologi karena telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat disusun. 
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan praktikum di masa yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi kita semua.


Pekanbaru,  Oktober 2009

                       Penulis





DAFTAR ISI

Isi                                                                                                                      Halaman

KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ........... ii      
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................ iii
I. PENDAHULUAN................................................................................................... 1
              1.1. Latar Belakang......................................................................................... 1
              1.2. Tujuan  dan Manfaat praktikum............................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................... 3
             
III. METODOLOGI PRAKTIKUM........................................................................ 5
              3.1. Waktu dan Tempat................................................................................... 5
              3.2. Alat dan bahan......................................................................................... 5
              3.3. Metode Pratikum...................................................................................... 5
              3.4. Prosedur pratikum.................................................................................... 6

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................... 7
              4.1. Hasil......................................................................................................... 7
              4.2. Pembahasan.............................................................................................. 8                              

V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................ 9
              5.1. Kesimpulan............................................................................................... 9
              5.2. Saran  ....................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


DAFTAR LAMPIRAN

 

Lamiran                                                                                                           Halaman
1.  Gambar alat- alat praktikum........................................................................          12



I. PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
Air merupakan fasa cair dari  persenyawaan kimia yang dibentuk oleh dua bagian berat hidrogen dan 16 bagian berat oksigen,di dalam air itu terkandung pula sejumlah kecil air berat, gas dan zat padat, terutama bentuk garam dan larutan. (Hehanusa, 2001)
Kualitas air secara luas diartikan setiap faktor fisika, kimiawi dan biologi yang mempengaruhi manfaat penggunaan air bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara umum, parameter kualitas air dapat digolongkan kedalam 3 faktor besar yaitu : 1) Faktor fisika seperti suhu, kecepatan arus, dan kekeruhan. 2) Faktor kimia seperti pH, CO2, dan alkalinitas. 3) Faktor biologi seperti keberadaan plankton, benthos, dan makrofita.
Oksigen adalah salah satu gas yang ditemukan terlarut pada perairan. Kadar oksigen terlarut di perairan bervariasi bergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfir. Oksigen terlarut merupakan parameter yang sangat penting dalam kehidupan organisme.
Karbondioksida bebas merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan air-renik maupun tingkat tinggi untuk melakukan fotosintesis. Karbondioksida bebas juga termasuk salah satu gas yang terdapat di dalam air yang dapat meracuni kehidupan ikan dan hewan-hewan air lain.



1.2. Tujuan dan Manfaat


Tujuan diadakannya praktikum Analisis Kualitas Air Parameter Kimia 1 ini adalah mengukur kualitas air dilihat dari segi perameter kimia yang mana untuk mengukur oksigen terlarut menggunakan cara titrasi/titsimetri dengan Na2S2O3 dengan metode winkler sedangkan untuk mengukur karbondioksida bebas mengunakan cara titrasi/titri metri dengan Na2CO3.
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu setiap mahasiswa  mengerti cara mengukur kualitas air dilihat dari segi perameter kimia yang mana untuk mengukur oksigen terlarut menggunakan cara titrasi/titsimetri dengan Na2S2O3 dengan metode winkler sedangkan untuk mengukur karbondioksida bebas mengunakan cara titrasi/titri metri dengan Na2CO3.


II. TINJAUAN PUSTAKA
 

Secara umum, parameter kualitas air dapat digolongkan kedalam 3 faktor besar yaitu : 1) Faktor fisika seperti suhu, kecepatan arus, dan kekeruhan. 2) Faktor kimia seperti pH, CO2, dan alkalinitas. 3) Faktor biologi seperti keberadaan plankton, benthos, dan makrofita. (Sedana, 1996)
Effendi (2000) mengemukakan bahwa oksigen adalah salah satu gas yang ditemukan terlarut pada perairan. Kadar oksigen terlarut di perairan bervariasi bergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfir
Menurut Sedana (2001), oksigen terlarut merupakan parameter yang sangat penting dalam kehidupan organisme. Setiap organisme membutuhkan oksigen untuk respirasi dan digunakan dalam proses metabolisme.
Kandungan oksigen terlarut alami suatu perairan sangat menentukan penyebaran hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Pada perairan yang kandungan oksigen terlarutnya rendah, biasanya hanya dihuni oleh beberapa spesies tertentu. (Nurdin, 1999)
Sastrowijaya (1991) menyatakan bahwa kadar oksigen terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menentukan mutu kehidupan di air. Kehidupan dapat bertahan jika oksigen terlarut minimal 5 mg oksigen terlarut setiap liter air (5 mg/L), selebihnya tergantung pada ketahanan organisme, kehadiran pencemar dan suhu air. 
Kandungan karbondioksida bebas di udara adalah sekitar 0,03 0/0. Kandungan karbondioksida bebas dalam air murni pada tekanan 1 atm dan temperatur 250C adalah sekitar 0,4 mg/L. (Wardoyo, 1981)
Menurut Boyd (1982), kandungan karbondioksida bebas yang terdapat di dalam perairan merupakan hasil proses difusi karbondioksida dari udara dan proses respirasi organisme akuatik dan di dasar perairan karbondioksida juga dihasilkan dari proses dekomposisi.
Konsentrasi karbondioksida bebas yang baik adalah tidak lebih dari 25 mg/L dan tidak kurang dari 10 mg/L. Karbondioksida bebas merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan air-renik maupun tingkat tinggi untuk melakukan fotosintesis. (Kordi, 1996)
Namun, menurut Pescod (1973), karbondioksida bebas juga termasuk salah satu gas yang terdapat di dalam air yang dapat meracuni kehidupan ikan dan hewan-hewan air lain.
 Nurdin (1999) menyatakan bahwa kandungan karbondioksida bebas sebesar 12 mg/L menyebabkan stres pada ikan, pada kandungan 30 mg/L beberapa ikan mati dan pada kandungan 100 mg/L hampir semua organisme mati.
Pada umumnya, perairan alami mengandung CObebas > 2 mg/L yang pada konsentrasi tinggi dapat beracun, karena keberadaannya dalam darah dapat menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin. (Zonnevell, 1991)
Demikian maka Ntac (1986) menganjurkan agar kadar karbondioksida bebas tidak boleh lebih dari 25 mg/L dengan catatan oksigen terlarutnya cukup tersedia. Selanjutnya Boyd (1982) mengemukakan  bahwa ikan mempunyai toleransi terhadap konsentrasi CO2 lebih dari 5 mg/L.




III.            




METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan praktikum Limnologi ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2009 pada pukul 13.30 s/d selesai di Laboratorium Limnologi jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

3.2. Bahan dan Alat
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum Analisis Kualitas Air Parameter Kimia 1 ini adalah air sampel, MnSO­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­4, H2SO4, Na2S2O3, amilum, indikator phenolphthalein (pp), Na2CO3.
Alat yang digunakan pada praktikum Analisis Kualitas Air Parameter Kimia 1 ini adalah labu erlenmeyer, botol BOD, gelas ukur, pipet tetes, dan suntikan.

3.3. Metode Pengamatan
Metode yang digunakan dalam praktikum Limnologi yang berjudul Analisis Kualitas Air Parameter Kimia 1 ini adalah:
1)   Penentuan kadar oksigen terlarut (DO) di dalam air yaitu dengan pengambilan air sampel menggunakan botol BOD yang kemudian ditentukan melalui metode titrasi atau titrimetri dengan Na2S2O3 yang dilakukan menurut metode Winkler atau Iodometri.
2)   Penentuan karbondioksida (CO2) bebas yaitu dengan pengambilan air sampel menggunakan botol BOD yang kemudian ditentukan melalui metode titrasi atau titrimetrik dengan Na2Co3.
3.4. Prosedur praktikum
Adapun prosedur praktikum yang dilakukan oleh praktikan adalah berdasarkan atas petunjuk asisten dosen, yakni :
1.      Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) dengan metode Winkler
a.       Ambil air sampel dengan menggunakan botol BOD, dan dijaga jangan sampai timbul gelembung udara.
b.      Tambahkan 2 ml MnSO4 dan 2 ml NaOH + KI, kemudian botol dikocok lalu didiamkan sampai terbentuk endapan coklat.
c.       Tambahkan 1 ml H2SO4, kemudian botol dikocok lagi sampai semua endapan hilang (warna menjadi kuning).
d.      Ambil air sampel tersebut sebanyak 50 ml, kemudian masukkan kedalam erlenmeyer.
e.       Titrasi dengan Na2S2O3 5 H2O sampai warnanya kuning pucat.
f.       Tambahkan 3-5 tetes amilum sampai warna menjadi biru.
g.      Titrasi kembali dengan Na2S2O3 5 H2O.
h.      Hitung oksigen terlarutnya.
2.      Karbondioksida (CO2) bebas
a.       Ambil air sampel dengan menggunakan botol BOD, dan dijaga jangan sampai timbul gelembung udara.
b.      Pipet air sampel dengan menggunakan pipet tetes sebanyak 25 ml (500 tetes), masukkan kedalam erlenmeyer dengan hati-hati.
c.       Tambahkan 7 tetes indikator pp, jika tidak berwarna berarti mengandung CO2
d.      Titrasi dengan Na2CO3 0,0454 N sampai warna pink yang stabil.
e.       Hitung karbondioksida bebasnya.


III.             HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Dari praktikum yang dilakukan di Laboratorium Limnologi maka
1.   Untuk DO
Dik   : ml titran     = 1.7 ml
            ml sampel = 50 ml
Dit    : Kadar DO
DO (mg/l) =
                  =
                  =  =6.8 mg/l
2.   Untuk CO2
Dik   : ml titran        = 7/20 tetes
            N titran         = 0.0454
            Vol sampel   = 25 ml
Dit    : Kadar CO2
CO2 (mg/l) =
                  =
                  =  = 13.9832 mg/l

4.2. Pembahasan
Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) adalah jumlah mg/L gas oksigen yang terlarut dalam air. Sumber oksigen terlarut dalam air berasal dari hasil fotosintesis oleh fitoplankton atau tanaman air, difusi dari udara dan agitasi air.
 Kadar oksigen terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menentukan mutu kehidupan di air. Kehidupan dapat bertahan jika oksigen terlarut minimal 5 mg oksigen terlarut setiap liter air (5 mg/L), selebihnya tergantung pada ketahanan organisme, kehadiran pencemar dan suhu air.
Karbondioksida bebas yang dianalisa adalah karbondioksida yang berada dalam bentuk gas yang terkandung di dalam air. Kandungan karbondioksida bebas di udara adalah sekitar 0,03 0/0. Kandungan karbondioksida bebas dalam air murni pada tekanan 1 atm dan temperatur 250C adalah sekitar 0,4 mg/L.
Konsentrasi karbondioksida bebas yang baik adalah tidak lebih dari 25 mg/L dan tidak kurang dari 10 mg/L. Karbondioksida bebas juga termasuk salah satu gas yang terdapat di dalam air yang dapat meracuni kehidupan ikan dan hewan-hewan air lain.





V.                KESIMPULAN DAN SARAN
 

5.1. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa oksigen terlarut dan karbondioksida bebas merupakan parameter yang sangat penting dalam kehidupan organisme.
Kehidupan dapat bertahan jika oksigen terlarut minimal 5 mg oksigen terlarut setiap liter air (5 mg/L), selebihnya tergantung pada ketahanan organisme, kehadiran pencemar dan suhu air.
Konsentrasi karbondioksida bebas yang baik adalah tidak lebih dari 25 mg/L dan tidak kurang dari 10 mg/L. Kandungan karbondioksida bebas sebesar 12 mg/L menyebabkan stres pada ikan, pada kandungan 30 mg/L beberapa ikan mati dan pada kandungan 100 mg/L hampir semua organisme mati.

5.2. Saran
Agar praktikum ini dapat berjalan dengan lancar maka alat yang digunakan hendaknya dilengkapi agar tidak saling pinjam dan para praktikan mengerti dengan alat yang digunakan selama praktikum. Kemudian setiap praktikan diharapkan serius dalam pengambilan data.

DAFTAR PUSTAKA

Boyd, C. E., 1982. Water Quality Management in Pond for Aquaculture, Agriculture Experiment Station. Elsevier Publishing Company Inc. New York. 550pp.

Boyd, C. E., 1982. Water Quality in Warn Water Fish Pond Agriculture Experimen Stasion Aurburh University. Albana. 3591 pp.

Effendi, H. 2001. Telaahan Kualitas Air. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Bogor. 257 hal.

Hehanussa, P dan Hariyani S. 2001. Kamus Limnologi Perairan Darat. IHP UNESCO.

Kordi. 1996. Parameter Kualitas Air. Penerbit Karya Anda. Surabaya. 55 hal.

Ntac, 1986. Water Quality Criteria. FWPCA. Washington DC. 234 hal.

Nurdin, S., 1999. Kumpulan Bahan Pelatihan Sampling Kualitas Air di Perairan Umum. Laboratorium Fisiologi Lingkungan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. 131 hal.

Pescod, M. B. 1973. Investigation Of Rational Effluent and Stream Standart For Tropical Countries. Environment Engineering Division. Asian East Tech. Bangkok. 59 pp. Sastrowijaya, A. T., 1991. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta. 274 hal.

Sedana, I. P., 1996. Prinsip Dasar Kualitas Air dan Pengelolaannya. Fakultas Perikanan. Universitas Riau (tidak diterbitkan).

Sedana, I. P., S. Hasibuan dan Syafriadiman , 2001. Pengelolaan Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau. Pekanbaru, 50 hal (tidak diterbitkan).


Wardoyo, S. T. 1981. Kriteria Kualitas Air untuk Keperluan Pertanian dan Perikanan. Trainning Analisa Dampak lingkungan PDLH-UNDP-PUSDI-PSL dan IPB Bogor 40 hal (tidak diterbitkan).

Zonnevell, N., E. A. Huisman dan J. H. Brown, 1991. Prinsip-prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 336 hal.






















Share this artikel and Subscribe Free Update articel by email :
Di posting oleh : zhe msp , Update pada : Monday, June 11, 2012 | ► 1 comments

1 comment :

zhenhella said...

maen cini gan www.zhenhella.web.id

  • our skills

  • Blogspot Design
  • Blogspot Tutorial
  • Web Design
  • Logo Design
  • Poster Design
  • Banner Design
  • Design Grafis
  • Video Editing
  • Fotograph
  • video shoting
  • Tatto Design
  • Air Brus Design
  • Photoshop
  • Coreldraw
  • Macromedia Dreamweaver
  • Donate

  • bri-logo
  • bni-logo
  • Bca-logo
  • Mandiri-logo
  • Paypal-logo
hubungi sayalink exchangeDiskusi